Feeds:
Pos
Komentar



Di sini saya akan membahas penelitian yang akan saya lakukan pada semester Gasal tahun ajaran 2011/2012 dengan mengangkat judul ” Efektivitas Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi dalam Upaya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika terbuka ”

  1. A. Latar Belakang

Pendidikan di Indonesia belum dapat dikatakan berhasil, karena lembaga – lembaga pendidikan belum berperan secara maksimal dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, terlebih dalam pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang sudah ada hanya sebatas melalui proses penyampaian informasi atau transfer of knowledge bukan melalui pemrosesan informasi, serta cenderung berpusat pada guru sementara siswa lebih cenderung pasif. Selain itu, guru masih menggunakan metode mengajar yang bersifat mekanisitik, jarang memberikan masalah yang tidak rutin, dan lebih menekankan pada drill (Marpaung, 2003). Hal ini juga didukung Zulkardi (2003, dalam Indrawati, 2006), bahwa guru – guru cenderung masih menggunakan pendekatan pembelajaran tradisional, dimana guru lebih menekankan pada latihan mengerjakan soal atau drill and practice serta penerapan rumus yang yang telah diajarkan. Padahal kalau dilihat dari tujuan pembelajaran matematika seperti yang tertuang dalam Standar Isi yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menunjukkan bahwa penguasaan matematika tidak hanya sebatas penguasaan fakta dan prosedur matematika serta pemahaman konsep, tetapi juga berupa kemampuan proses matematika siswa.

Karena rendahnya kualitas pembelajaran yang diselenggarakan guru di sekolah seperti yang dipaparkan pada paragraf sebelumnya, turut menjadi faktor rendahnya hasil pembelajaran matematika di Indonesia. Rendahnya kualitas pembelajaran disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena kurang tepatnya metode pembelajaran yang dipilih guru, sehingga menyebabkan kurang efektifnya pembelajaran di kelas. Sebagai contoh, dalam melaksanakan pembelajaran guru cenderung prosedural dan menekankan pada pencapaian hasil belajar serta siswa jarang diberikan permasalahan matematika terbuka. Akibatnya, siswa kurang diberikan kesempatan untuk  mengembangkan kemampuan matematikanya, terlebih dalam penyelesaian masalah matematika terbuka.

Selain metode pembelajaran, pemilihan media pembelajaran juga mempengaruhi keberhasilan pembelajaran di kelas. Wahyudin (1999, dalam Muiz, 2009) mengatakan bahwa pilihan favorit guru dalam mengajar matematika adalah metode ceramah dan ekspositori dimana guru asyik menerangkan materi di depan kelas sedangkan siswa mendengarkan, mencatat, melakukan latihan, menghafal, dan menyelesaikan pekerjaan rumah. Hal tersebut tentunya membuat suasana pembelajaran di kelas menjadi monoton. Oleh karena itu guru perlu melakukan inovasi dalam pemanfaatan media pembelajaran yang menarik agar terselenggara pembelajaran yang variatif. Apalagi ketika siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak, dimana siswa hanya bisa membayangkan tanpa ada perangkat media yang membantu siswa untuk memahami konsep tersebut. Dalam memahami konsep tersebut, tentunya siswa memerlukan benda – benda konkrit sebagai perantara visualisasinya. Namun seiring perkembangan teknologi, pemanfaatan program dan aplikasi komputer dapat dijadikan alternatif sebagai media pembelajaran, dimana dalam pemanfaatannya dapat menyampaikan informasi atau isi materi pelajaran, latihan, atau kedua-duanya serta tahapan pembelajaran.

Dari permasalahan di atas, pembelajaran matematika seharusnya lebih menekankan pada aktivitas siswa. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan guru adalah dengan menerapkan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan invsestigasi. Pembelajaran kooperatif itu sendiri lebih mengutamakan pada kerjasama dalam kelompok. Sedangkan pendekatan investigasi itu sendiri lebih menekankan pada kegiatan pembelajaran yang memberikan kemungkinan siswa untuk mengembangkan pemahaman siswa melalui berbagai kegiatan dan hasil benar sesuai pengembangan yang dilakukan oleh siswa secara berkelompok. Sedangkan dalam memahami konsep abstrak, siswa memerlukan benda-benda konkrit sebagai perantara visualisasinya dan konsep abstrak itu dicapai melalui tingkatan pembelajaran yang berbeda. Oleh karena itu diperlukan suatu model pembelajaran matematika yang lebih efektif dan menarik yaitu melalui model pembelajaran dengan media berbasis komputer.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!